Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 14 January 2017

Akui Kesaksiannya Tak Benar, KH. Luthfi Abdul Hadi Minta Maaf ke Ketum PBNU


imageContent (2)

islamindonesia.id – Akui Kesaksiannya Tak Benar, KH. Luthfi Abdul Hadi Minta Maaf ke Ketum PBNU

 

Dalam wawancaranya yang pernah dimuat di Harian Bangsa (26/12, 2016), KH. Luthfi Abdul Hadi diberitakan mengaitkan KH. Said Aqil Sirajd dengan masalah penjualan tanah di Malang. Ketum PBNU dinilai sebagai perantara untuk kepentingan pembangunan sebuah seminari.

Kemarin (13/1), Luhtfi menganulir soal apa yang ia sampaikan terkait Kiai Said. Di atas selembar materai, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ihsan Malang ini membuat pernyataan bahwa kesaksiannya itu tidak benar dan memohon maaf pada Kiai Said.

“Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa apa yang selama ini saya sampaikan mengenai KH. Said Aqil Siraj adalah berdasarkan testimoni yang tidak benar oleh karenanya dengan kejadian ini, dengan tulus saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada KH. Said Aqil Siraj,” katanya dalam sebuah lembaran yang diikuti oleh nama dan tandatangannya di bawah tulisan; Surabaya, 13 Januari 2017.

Sebelumnya, netizen sempat dikejutkan dengan harian yang berbasis di Surabaya itu karena memuat berita tentang KH. Said Aqil Sirajd sebagai makelar. Ulama asal Cirebon itu dituding menjadi perantara penjualan tanah di Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur yang akan dibangun seminari.

KH Luthfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam, Sadis, Ayo Sumpah Li’an Kalau Berani.” Demikian headline Harian Bangsa hari itu. Harian ini juga mencantumkan judul prefiks, “Keluarga Korban Kasus Tanah yang Dijual ke Gereja Akhirnya Bicara.”

Menurut Lutfi, berita yang dimuat Harian Bangsa itu tidak sepenuhnya mencerminkan pendapatnya. “Dan tidak pernah dikonfirmasi sebelum diberitakan kepada saya,” katanya. []

 

YS/ islam indonesia/ sumber: nu.or.id

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *